الاثنين، 21 يونيو 2021

Dewa Emas

Dewa Emas


Kami hadir untuk membantu Anda mengembangkan bisnis wisata Anda

Moto kami :

"Destinasi Wisata Edukasi Masyarakat Setempat

Lahan Destinasi Wisata Anda akan Berkembang Bersama Kami"


Dewa Emas

Alor Creative Market Bangkitkan Potensi Kearifan Lokal

Alor Creative Market Bangkitkan Potensi Kearifan Lokal

ACM akan digelar setiap bulan dengan memperkenalkan potensi Parekraf Alor
NTT (Wisata Indonesia) – “Suatu kebanggaan buat saya, karena bisa terlibat dalam acara yang unik ini. Unik karena pertama kali, kain tenunan Indonesia, kain Alor dibentangkan di dasar laut. Alam Alor begitu indah, ditambah kreatifitas orang Alor yang indah dan unik merupakan kombinasi yang luar biasa,” ucap Instruktur Divers, Hansen Oi, usai ikut bentangkan kain tenun Alor sepanjang 12 meter, di kedalaman 12 meter pada perairan antara Pulau Kepa, Pulau Pura dan Pulau Alor, Nusa Tenggara Timur/NTT (1/11).


Menurut Hansen yang sudah tinggal di Alor selama setahun, ini merupakan pengalaman pertamanya ikut membentangkan kain tenunan asli Alor yang indah di dalam laut. Karena kegiatan ini diambil gambarnya dengan video, Hansen sangat berharap bisa menjadi cerita kepada anak cucu agar jangan berhenti meneruskan adat dan tradisi menenun.

Kapolres Alor, AKBP Agustinus Christmas, yang juga ikut menyelam dengan mempersiapkan diri selama lima hari mengikuti pelatihan diving, mengatakan, “ini kesempatan pertama kali bagi kami membentangkan kain tenun sepanjang 12 meter di dasar laut. Ini juga pengalaman pertama yang luar biasa.”

“Tolong dijaga alam yang indah ini, sehingga kita bisa wariskan kepada anak cucu dalam keadaan tetap indah dan lestari. Dengan demikian anak cucu kelak tidak hanya mendengarkan cerita seperti dongeng, yang katanya bahwa laut Alor ini indah, ternyata ketika mereka (anak cucu) diving (menyelam) tidak menemukan lagi keindahan. Mari kita jaga bersama keindahan bawah laut Alor,” ajak Agustinus.

Acara menyelam dengan membawa kain tenus khas Alor ini, merupakan rangkaian kegiatan Alor Creative Market (ACM) selama dua hari (31 Oktober-1 November), di Taman Suaka Alam Pesisir Sebanjar, Kabupaten Alor, NTT, dengan memperkenalkan berbagai hasil kerajinan/kearifan lokal, untuk diperkenalkan ke masyarakat luas melalui dunia maya (internet), sehingga jangkauan informasinya bisa lebih besar diketahuinya.

Para penggagas ACM (Adi Gerimu, Santy Maro, Wan Djafar, Dani Manu), sudah sepakat akan menggelar acara serupa secara rutin setiap bulannya. “Kita berharap, event dua hari ini bukan hanya jadi kenangan, tetapi jadi loncatan baru tentang pariwisata Alor, pengembangan ekonomi kreatif masyarakat Alor,” jelas Adi Gerimu, salah satu penggagas ACM.

Foto: Istimewa

 

Bumbu Bali Tetap Bertahan Di Masa Pandemi

Bumbu Bali Tetap Bertahan Di Masa Pandemi

Pasangan Heinz dan Puji terjun langsung kedapur siapkan makanan terbaiknya kepada pengunjung
Bali (Wisata Indonesia) – Salah satu sektor usaha terdampak pandemi Covid-19, adalah dunia kuliner. Pembatasan masyarakat untuk berinteraksi secara ketat serta berbagai aturan protokol kesehatan (prokes) untuk memutus mata rantai pandemi, menjadikan usaha kuliner pun sepi pengunjung. Terlebih, di daerah pariwisata seperti Bali, yang salah satu kekuatan daya tariknya, ada di kulinernya.

Rumah Makan Art Café Bumbu Bali, adalah salah satu dari sekian banyak usaha kuliner yang merasakan dampak sepinya pengunjung di masa pandemi. Bumbu Bali yang terletak di Jalan Pintas Siligita, Nusa Dua, terpaksa mesti merumahkan sekitar 70 persen tenaga kerjanya. “Semenjak covid bermula di bulan Maret, kita tidak pernah tutup, sampai saat ini kita masih berjuang,” ucap Putu Favian von Holzen, pemilik Bumbu Bali.

Bumbu Bali yang berdiri sejak 1996 oleh pasangan Heinz von Holzen (Switzerland/Swis) dan Ketut Puji Aniki Oka (Bali, Singaraja) serta anaknya Putu Fabian von Holzen, memang mengutamakan makanan khas Nasi Campur khas Bali dalam menunya, disamping ada jenis makanan lainnya.

Dengan situasi yang serba efisien saat ini, dimana pengunjung dibatasi dalam rumah makan, Bumbu Bali tetap berusaha bertahan di masa pandemi, tak pernah tutup sejak pandemi merebak di Maret lalu. Sebelum pandemi, pengunjungnya dari beragam bangsa, asing dan lokal. Putu mengakui, sejak pariwisata Bali secara perlahan kembali dibuka (Juli 2020), pengunjung cafenya mulai menaik, terutama wisatawan lokal.  

Protokol kesehatan tetap dilakukan secara disiplin di Bumbu Bali baik bagi karyawan dan pengunjung

“Dengan tamu yang minimal jumlahnya (kapasitas normal bisa menampung 140 orang, kini hanya 50 tamu) kami berusaha uintuk mengembirakan mereka,” jelas Putu. Pasangan Heinz dan Puji tampak sering turun langsung ke dapur untuk ikut meracik makanan yang disajikan ke pengunjung. Bumbu Desa memiliki cabang lain di Bali, yakni di Tanjung Benoa (kapasitas 80 orang saat normal, kita Cuma 30 tamu), yang juga memiliki kelas untuk pendidikan kuliner. 

“Sejak awal berdiri kami berdiri sudah komitmen untuk menampilkan masakan khas Bali dengan kualitas yang terpercaya,” ungkap Putu. Kini, dengan kondisi yang berangsur baik, Bumbu Bali terus melangkah sesuai aturan di masa pandemi, yakni kedisiplinan menerapkan prokes baik di lingkungan sendiri (karyawan) maupun pengunjung (ma).

Foto: abri

Kawasan Wisata Tanjung Lesung Bakal Dilengkapi Satwa Unik

Kawasan Wisata Tanjung Lesung Bakal Dilengkapi Satwa Unik

Kehadiran Mongolian Culture Centre adalah yang pertama di Asia Tenggara

Banten (Wisata Indonesia) – Kesepakatan ini untuk membangun faunaland kidzoo di Tanjung Lesung dan fasilitas pendukung lainnya pada Desember mendatang, terletak di Mongolian Culture Centre, KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) Tanjung Lesung. Juga akan dibangun Faunaland Resort dan fasilitas pendukungnya.

Poernomo menyampaikan, PKS ini untuk meningkatkan jumlah wisatawan dan sebagai bentuk mendukung program pemerintah mengajak wisatawan nusantara bepergian di Indonesia saja selama adaptasi kebiasaan baru dengan tetap melakukan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin.

"Saat ini diutamakan wisatawan domestik. Jadi, kami mendukung upaya Kemenparekraf yang tengah mengajak wisatawan Nusantara untuk jangan ragu traveling di dalam negeri selama era new normal," jelasnya.

Fasilitas seperti faunaland juga sudah ada di Ancol, Jakarta. Faunaland Kid Zoo dengan Mongolian Culture Centre (MCC) bisa saling memberikan nilai tambah. Karena menghadirkan satwa-satwa mungil lucu, bisa menjadi daya tarik buat anak-anak dan keluarga di lingkungan MCC yang bernuansa Mongolia.

MCC menjadi satu-satunya yang ada di kawasan Asia Tenggara. Tanjung Lesung merupakan kawasan yang prospektif untuk berinvestasi, termasuk PT Fauna Land Indonesia tertarik untuk bekerja sama membangun Fauna Land Kid Zoo di MCC serta Faunaland Resort berupa akomodasi villa, dilengkapi satwa yang terlihat bebas berkeliaran di luar jendela, dengan tetap mempertimbangkan aspek keamanan melalui desainnya (ma).

Foto: Istimewa

 

Labuan Bajo Tampilkan Keunikan Khas Lokal Melalui “Aksilarasi”

Labuan Bajo Tampilkan Keunikan Khas Lokal Melalui “Aksilarasi”

Labuan Bajo tak hanya menjual keindahan alam, tapi juga Kearifan Lokalnya
Labuan Bajo (Wisata Indonesia) – “Keberagaman dan kebudayaan itu adalah esensi dari wisata premium. Kami akan mengemas produk para pelaku industri kreatif hingga lima tahun ke depan. Kami akan mendampingi sehingga menghasilkan produk kreatif baru, yang nantinya akan menjadi ikon identitas dari Labuan Bajo, Flores,” ucap Shana Fatina, Direktur Utama Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores/BOPLBF (18/11).

Labuan Bajoi sebagai destinasi wisata premium atau super prioritas, oleh Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) melalui program Aksilarasi (Aksi Selaras Sinergi) terus menggali potensi lokal dan identitas parekraf khas. Tujuannya, menciptakan pengalaman wisata yang khas, sehingga dapat meningkatkan jumlah wisatawan.

Program aksilarasi merupakan salah satu komitmen Kemenparekraf dalam melakukan pendampingan dan penciptaan produk kreatif di destinasi super prioritas agar masyarakat setempat mampu menciptakan produk kreatif unggulan di subsektor seni musik, seni pertunjukan, seni rupa, dan penerbitan.

Labuan Bajo telah ditetapkan sebagai empat besar destinasi super prioritas,  pintu masuk kawasan situs warisan dunia (World Heritage Site Unesco) - Taman Nasional Komodo, hingga menjadi lokasi penyelenggaraan sejumlah agenda internasional, seperti G20 Summit dan ASEAN Summit pada 2023. Sehingga diperlukan kekhasan dan identitas di labuan Labuan Bajo yang tidak hanya mengandalkan keindahan alam saja.

Program aksilarasi akan dilaksanakan selama lima tahun dengan tahapan pertahun yang telah direncanakan dengan proses pendampingan terhadap komunitas/kelompok/masyarakat.  Kami mengemas apa yang ada di sini untuk dipromosikan kepada wisatawan dan menjadi produk wisata yang solid sehingga orang ke Labuan Bajo langsung memiliki kenangan tersendiri. Jadi membangun kenangan ketika mereka ke Labuan Bajo,” sambung Shana.

Program Aksilarasi berdayakan kearifan lokal masyarakat Labuan Bajo 

Dengan cara seperti, masyarakat lokal pun ikut diberdayakan. Shana menyebut kolaborasi itu penting bagi sebuah komunitas kreatif khususnya di Labuan Bajo yang telah ditetapkan oleh pemerintah sebagai destinasi wisata super prioritas.

Sejumlah karya yang dihasilkan pada 2020 dari masyarakat Labuan Bajo, diantaranya meliputi seni musik sebanyak 3 karya yakni Sompo, Flores Human Orchestra, dan Labuan Bajo World Band. Lalu ada seni pertunjukan sebanyak 8 karya yang terdiri dari 3 tari berbasis tradisi, 2 tarian animal pop komodo, dan seni pertunjukan teater.

Kemudian terdapat naskah yang terdiri dari, cerita rakyat, pertunjukan kolosal. Ada pula seni rupa berupa site specific.  Terakhir, ada 4 karya penerbitan yang terdiri dari 3 dummy buku seri mengenal Labuan Bajo, dan 1 peta jelajah Labuan Bajo (ma/pn).

Foto: Istimewa

Perlu Sinergi Pusat-Daerah Kembangkan Geopark Ciletuh

Perlu Sinergi Pusat-Daerah Kembangkan Geopark Ciletuh


Sukabumi (Wisata Indonesia) – “Kami hadir untuk mendorong dan sinergikan para stakeholder di sekitar kawasan Geopark seperti badan pengelola dan pemerintah daerah serta seluruh pemangku kepentingan seperti ranger, pengelola geosite, hingga industri. Serta menentukan langkah-langkah konkret agar apa yang kita lakukan ke depan bisa tepat sasaran," ucap Reza Fahlevi, Direktur Kelembagaan Kemenparekraf/Baparekraf (19/11).

Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) mendorong percepatan pengembangan tata kelola destinasi pariwisata di Kawasan Geopark Ciletuh Palabuhan Ratu, Jawa Barat, sebagai upaya meningkatkan daya tarik wisata yang berdaya saing namun tetap mempertahankan edukasi pelestarian lingkungan.

Sebelumnya, Reza hadir dalam "Diskusi Kelompok Terpumpun Penguatan Tata Kelola Kawasan Geopark Ciletuh" di Augusta Hotel Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat (16/11), karena potensi daerah ini disamping punya daya tarik wisata, juga memiliki nilai-nilai edukasi yang menarik bagi wisatawan yang datang berkunjung.

Geopark Ciletuh sudah ditetapkan sebagai Unesco Global Geopark (UGG) sejak April 2018. Selain itu, kawasan tersebut juga masuk ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, sehingga pengembangan Geopark Ciletuh menjadi prioritas dan pengembangan yang perlu dukungan dari banyak pihak.

“Jadi perlu ada pembahasan mengenai peran kolaborasi dari semua unsur, hingga kita bersinergi untuk saling mendukung bagi kepentingan tata kelola. Ini yang kita lakukan bersama, apapun langkah kita ke depan harus dilakukan dengan kesepakatan, dengan proses yang kita lakukan bersama, dengan perencanaan yang dilakukan secara partisipatif dan komitmen bersama. Kemenparekraf hadir untuk mendukung upaya-upaya tersebut,” tambah Reza.

Ini mendapat sambutan baik dari Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Usman Jaelanim yang mengapresiasi kehadiran Kemenparekraf/Baparekraf untuk mendukung tata kelola organisasi di Geopark Ciletuh Palabuhan Ratu. “Kami berharap hasil diskusi ini bisa diimplementasikan ke depan agar Geopark Ciletuh Palabuhantaru yang berada di delapan kecamatan ini bisa bermanfaat bagi kelembagaan dan masyarakat terutama dari sisi perekonomian dan lebih memajukan gairah pariwisata,” ungkap Usman.

Diskusi juga dihadiri Ketua Harian Badan pengelola Ciletuh Palabuhan Ratu, Unesco Global Geopark (CPUGG), Dody A Soemantri; anggota Tim Tata Kelola Destinasi Pariwisata, Benjamin Abdurahman; Perwakilan dari Pusat Perencanaan dan Pengembangan Kepariwisataan Institut Teknologi Bandung, Yani Adriani; Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Provinsi Jawa Barat Iwan Priyatna serta para stakeholder pariwisata di sekitar kawasan Geopark Ciletuh (pn/ma).

Foto: Istimewa

 

Festival Bahari Raja Ampat Digelar Virtual

Festival Bahari Raja Ampat Digelar Virtual

Keindahan alam dan kearifan lokal Raja Ampat miliki magnit luar biasa bagi wisatawan
Papua Barat (Wisata Indonesia) – Meski Festival Raja Ampat yang telah berjalan sembilan kali selama ini tiap tahun dilakukan di Papua Barat, tapi karena gelombang virus Covid-19 menerpa dunia dan Indonesia sejak awal 2020, maka hajatan di Raja Ampat kali ini digelar secara virtual.

Tetap intinya untuk menggiatkan dan promosi kunjungan wisatawan ke kawasan wisata Kabupaten Raja Ampat, menjelang penghujung 2020. Pemerintah Kabupaten Raja Ampat kembali menggelar Festival Pesona Bahari Raja Ampat 2020 secara virtual pada 20-21 November, melalui jaringan koneksitas internet pada kanal-kanal media audio visual secara langsung maupun tayangan program.

Festival Pesona Bahari Raja Ampat saat ini bertema “Alam Lestari Bagi Kesehatan”, dikemas dengan protokol kesehatan yang ketat dan sangat terbatas. Namun tidak mengurangi nuansa kemeriahan festival yang dapat dinikmati lebih luas secara nasional dan internasional. Bagi yang ingin melihat, dapat langsung ke akun resmi YouTube FESTIVAL BAHARI RAJA AMPAT 2020 atau lewat Instagram @festivalbaharirajaampat yang juga menyematkan tautan langsung ke YouTube resmi acara ini.

Ini merupakan ke-10 dan setiap tahun ingin memberi nusansa berbeda. Beragam konten yang disajikan diharapkan dapat mengobati kerinduan wisatawan terhadap Raja Ampat. Dalam acara virtual yang akan berlangsung selama dua hari ini, beragam konten menarik yang terbagi menjadi empat klaster ini suguhan yang menarik bagi wisatawan.

Pertama, yaitu destinasi unggulan seperti Piaynemo, Teluk Kabui, Arborek, Kalibiru, melihat burung Cendrawasih di Warkesi, dan tak ketinggalan tentunya adalah wisata diving atau underwater. Seperti telah diketahui, Raja Ampat sangat terkenal dengan wisata diving yang menyuguhkan panorama keindahan alam bawah lautnya.

Kedua, wisata kuliner khas berbahan sagu seperti papeda yang dibuat langsung oleh para mama-mama Raja Ampat. Klaster ketiga yaitu beragam tariannya, dari kreasi baru hingga tarian adat seperti Tari Gale-gale dan Tari Wor yang telah menerima sertifikat Warisan Budaya Tak Benda Nasional. Keempat, hasil kerajinan di Raja Ampat seperti anyaman noken dan topi Manta khas Raja Ampat.

Selain itu, Raja Ampat telah menerapkan 10 langkah baru dalam berwisata berdasarkan Pergub No.9 tahun 2020 terkait pandemi. Serta paling penting adalah teman-teman pelaku usaha dapat kembali bergeliat ekonominya. Beragam bantuan juga diberikan kepada para pelaku pariwisata seperti dari pemerintah Provinsi Papua Barat yang memberikan bantuan dukungan untuk sektor UMKM pariwisata (ma).

Foto: rinkoterangi

 

Kontribusi Wartawan Sosialisasi Adaptasi Kebiasaan Baru Di Destinasi Wisata

Kontribusi Wartawan Sosialisasi Adaptasi Kebiasaan Baru Di Destinasi Wisata

Jakarta (Wisata Indonesia) – Peran wartawan di masa adaptasi kebiasan baru (AKB), guna turut membantu sosialisasi menerapkan protokol kesehatan (prokes) di masa pandemi Covid-19, begitu nyata. Terlebih di sektor pariwisata, sebagai salah satu bidang yang terdampak. Hal ini yang dibahas dalam diskusi "Jurnalisme Pariwisata di Era New Normal" di Hotel Millenium, Jakarta (20/11), diinisiasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf).

Diskusi tersebut menghadirkan Ketua Forum Wartawan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Forwaparekraf Johan Sompotan, Sekretaris Kemenparekraf/Sekretaris Utama Baparekraf Ni Wayan Giri Adnyani, Staf Khusus Komunikasi sekaligus Juru Bicara Kemenparekraf/Baparekraf Prabu Revolusi, dan Kepala Biro Komunikasi Kemenparekraf/Baparekraf Agustini Rahayu.

Johan Sompotan, Ketua Forum Wartawan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Forwaparekraf menyebut, insan media yang tergabung di dalamnya turut berperan aktif turun langsung ke lapangan, melakukan peliputan serta memberitakan tentang upaya daerah menerapkan prokes serta berbagai tantangan yang dihadapi di masa AKB. “Terima kasih kepada  seluruh jajaran Kemenparekraf yang selalu mendukung kegiatan kami di era pandemi Covid-19,” ucap Johan.

Beberapa daerah yang dikunjungi Forwaparekraf yang beranggotakan 99 anggota aktif wartawan dari berbagai media massa (cetak, elektronik, radio dan online), seperti Bandung, Cirebon, Kuningan, Semarang, Magelang hingga Bangka-Belitung. “Agar kami dapat menginformasikan kepada masyarakat bahwa kunjungan ke lokasi wisata sudah dimungkinkan dan seperti apa syaratnya berwisata tetap aman di masa pandemi,” tambah Johan.

Diakui Johan, masih banyak pelaku usaha parekraf maupun warga setempat yang belum berdisiplin dalam menjalani prokes, seperti memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak dalam kegiatan. Padahal bila dijalani dengan teratur, sangat berdampak positif bagi iklim usaha parekraf di daerah tersebut. Karena wisatawan yang datang pun menjadi nyaman melihat daerah wisata yang dikunjungi sudah menerapkan prokes yang benar.

Kemenparekraf dan wartawan selalu bekerja sama sebarkan jurnalisme pariwisata 


Kemenparekraf sendiri sejak awal sudah sosialisasi soal prokes berbasis CHSE (cleanlinnes, health, safety and environment sustainability), yang intinya memelihara lingkungan sehat, aman dan nyaman. Agustini Rahayu juga menyebut, pihaknya selalu memberikan pelayanan prima tentang informasi seputar parekraf.

"Karenanya kami menyikapi dengan melakukan penyesuaian pola komunikasi terhadap masyarakat dan tidak terkecuali media sebagai salah satu mitra penting Biro Komunikasi dalam menyampaikan kebijakan dan program kementerian dalam upaya membangkitkan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif," terang Ayu, sapaan akrab Agustini Rahayu.

Menurut Ayu, sejak awal terjadinya krisis pandemi Covid-19, pihaknya segera memaksimalkan fungsi crisis center untuk memberikan informasi bagi seluruh pemangku kepentingan parekraf. Termasuk membentuk satuan tugas (task force) sebagai jembatan komunikasi ke media, agar mendapatkan informasi yang tepat dari kebijakan Kemenparekraf/Baparekraf. Dan, pemanfaatan teknologi artificial intelligence (AI) dengan menghadirkan chatbot, guna memberikan layanan informasi dan pengaduan publik selama 24 jam dan terintegrasi dengan sistem lain yang ada di biro komunikasi.

Intinya, “memudahkan masyarakat untuk permohonan informasi dan memudahkan biro komunikasi untuk menyampaikan informasi ke masyarakat," jelas Ayu. Oleh karenanya, sinergi Kemenparekraf dengan insan media menjadi sangat penting dalam sosialisasi prokes kepada masyarakat di berbagai destinasi wisata (ag/ma).

Foto: Istimewa

 

Tren Wisata Alam Dan Domestik Masih Mendominasi Wajah 2021

Tren Wisata Alam Dan Domestik Masih Mendominasi Wajah 2021

Wisata alam masih sangat diminati wisatawan

Jakarta (Wisata Indonesia) – "Tren wisata di masa COVID-19 yang dapat dikatakan masih berlangsung pada 2021, yang pertama adalah masyarakat masih memilih tujuan wisata domestik. Kemudian juga kita lihat wisata alam menjadi populer," ujar Wawan Rusiawan, Direktur Kajian Strategis Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf).

Dalam webinar bertajuk 'Outlook Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2021' (24/11), Wawan menjelaskan pada 2021 masyarakat masih akan cenderung memilih destinasi wisata domestik dibandingkan wisata luar negeri. Tak hanya itu, masyarakat pun akan cenderung memilih wisata alam untuk tujuan destinasi wisatanya.

Lebih lanjut, Wawan menjelaskan, “Kemenparekraf tentu harus memberikan fokus yang lebih dominan yang bisa membenahi destinasi-destinasi wisata alam, yang akan menjadi primadona pascapandemi COVID-19. Kita ke depan harus mencari cara-cara baru bagaimana pariwisata di Indonesia bisa lebih menarik dan berkembang.”  

Di masa pandemi, prioritas wisatawan pun bergeser pada protokol kesehatan CHSE (Cleanliness, Health, Safety, dan Environmental Sustainability) menjadi faktor penting dalam proses pengambilan keputusan memilih destinasi yang bakal dikunjungi wisatawan.

Head of Strategic Partnership Traveloka Accommodation, Louis Alfonso menambahkan, "masyarakat sangat mementingkan kebersihan dan kesehatan untuk berwisata di masa pandemi Covid-19, diskon nomor dua.” Louis mengatakan, dalam riwayat pencarian di Traveloka, sudah terlihat adanya peningkatan animo masyarakat untuk berlibur pada akhir tahun hingga awal 2021.

“Pada Februari 2021 juga diproyeksikan terlihat ada peningkatan. Dengan data seperti ini terlihat ada sinyal positif yang kita harapkan nanti bisa ada berita baik juga seiring vaksin yang sudah diproduksi secara massal, sehingga bisa membantu lebih lanjut mendorong kinerja pariwisata di Indonesia," sambung Louis. 

Sementara Kepala Biro Komunikasi Kemenparekraf Agustini Rahayu menuturkan, pihaknya telah bekerja sama dengan kementerian dan lembaga terkait untuk melakukan sertifikasi dan verifikasi para pelaku parekraf untuk mengimplementasikan protokol kesehatan berbasis CHSE.

"Protokol kesehatan ini perlu diterapkan bersinergi dengan aktivitas di semua sektor kehidupan terutama di pariwisata dan ekonomi kreatif, jadi semua harus paralel berjalan, kuncinya harus ada komitmen bersama untuk menjaga protokol kesehatan secara disiplin," ungkap Agustini (vh/dh).

Foto: abri

 

Konser Music Matters Promosi Pariwisata Indonesia

Konser Music Matters Promosi Pariwisata Indonesia

Poster konser musik

Jakarta (Wisata Indonesia) –  “Acara ini akan menjadi trigger untuk seni pertunjukan lainnya di era kenormalan baru. Selain itu, konser ini membuktikan kreativitas dan inovasi pelaku industri di bidang pertunjukan dalam menciptakan peluang di tengah pandemi,” ucap Rizki Handayani, Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kemenparekraf/Baparekraf, saat jumpa pers Music Matters from Wonderful Indonesia (25/11).

Konser digelar pada 4-6 Desember 2020 di tiga destinasi super prioritas (DSP) yang ada di Indonesia yaitu Candi Borobudur di Jawa Tengah, Danau Toba di Sumatera Utara, dan Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf mendukung konser ini sebagai media promosi destinasi wisata di Indonesia ke khalayak internasional.

Rizki mengungkapkan, konser dilaksanakan oleh Kemenparekraf bekerja sama dengan PK Entertainment dan BRANDED, diharapkan dapat juga membangkitkan kembali semangat para pelaku parekraf, terutama yang bergerak di subsektor musik dan seni pertunjukan. Mengingat saat ini terjadi penurunan kinerja sektor parekraf Tanah Air akibat pandemi Covid-19.

“Acara ini akan menjadi trigger untuk seni pertunjukan lainnya di era kenormalan baru. Selain itu, konser ini membuktikan kreativitas dan inovasi pelaku industri di bidang pertunjukan dalam menciptakan peluang di tengah pandemi,” sambung Rizki.

Sementara Direktur PK Entertainment Harry Sudarma menuturkan, penonton dapat menyaksikan konser secara gratis. “Konser akan disiarkan dan dapat ditonton secara gratis melalui kanal YouTube Kemenparekraf dan Branded serta Facebook Live dari laman @MusicMatters2ME mulai pukul 19.00 WIB,” ujar Harry.

Klub otomotif pun ikut promosi pariwisata tanah air di tengah pandemi

Konser akan dimeriahkan oleh berbagai musisi kenamaan Tanah Air di antaranya Danilla Riyadi, Andmesh Kamaleng, Isyana Sarasvati, serta grup musik Weird Genius, dan PADI Reborn. Beberapa musisi internasional juga turut memeriahkan konser ini, yaitu Kurt Hugo Schneider, Ni/Co, Jules Aurora, dan Sam Tsui.

Kemenparekraf baru saja juga mendukung Jambore Nasional XV Mercedes-Benz Club Indonesia (MB Club INA) di Mall Alam Sutera, Tangerang, Banten, sebagai upaya membangkitkan sektor parekraf terdampak pandemi. "Terdapat pesan dari tema acara ini untuk mendukung pemerintah dalam upaya memulihkan sektor pariwisata akibat pandemi COVID-19 dengan meramaikan kembali destinasi wisata di Indonesia," puji Rizki.

Rizki mengapresiasi pegiat otomotif MB Club Indonesia yang mendukung penerapan protokol kesehatan berbasis CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability) di destinasi-destinasi wisata di Indonesia. Harapannya, tambah Rizki, acara ini dapat menjadi inspirasi dan ajakan bagi komunitas-komunitas otomotif lain untuk menjadi pahlawan pariwisata Indonesia (pn/ma).

Foto: Istimewa

Kemenparekraf Dukung Perguruan Tinggi Kembangkan Desa Wisata

Kemenparekraf Dukung Perguruan Tinggi Kembangkan Desa Wisata

Kemenparekraf menaruh harapan besar bagi pengembangan desa wisata kedepan
Jakarta (Wisata Indonesia) – “Desa wisata ini akan menjadi suatu wajah baru, wajah yang segar, dari pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia,” ucap Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekeraf/Kepala Baparekraf Wishnutama Kusubandio, saat acara Apresiasi Perguruan Tinggi Terbaik dalam Pendampingan Desa Wisata 2020, digelar hybrid (online dan offline) dari Hotel Raffles, Jakarta (2/12/2020).

Dengan kehadiran peran perguruanntinggi melakukan pendampingan pada Desa Wisata, diharapkan aktivitas ekonomi desa kian menggeliat dan meningkat manfaatnya, terutama bagi para pelaku parekraf dan masyarakat desa. “Apalagi, saat ini kita harus berjuang membangkitkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia, yang terdampak pandemi,” tambah Wishnutama.

Pada malam acara apresiasi yang bekerja sama dengan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi dan 105 perguruan tinggi di Indonesia, hadir Sekretaris Kemenparekraf  Ni Wayan Giri Adnyani, Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf/Baparekraf, Wisnu Bawa Tarunajaya, Kepala Biro Humas dan Kerjasama Kemendes PDTT Bonifasius Prasetyo Ichtiarto, Tim Juri Apresiasi Perguruan Tinggi Terbaik Pendampingan Desa Wisata 2020 dan Tim Master Trainer Pendampingan Desa Wisata 2020, serta perwakilan dari 20 desa wisata.

Menurut Wishnutama,  Kemenparekraf telah melakukan restrategi kepariwisataan, yaitu dari dari pendekatan kuantitas menuju pariwisata berkualitas. Setelah pandemi, pariwisata berkualitas menjadi tumpuan harapan sektor pariwisata Indonesia, karena menghadirikan konsep dan pengalaman berbeda, unik, dan tidak ada di tempat asalnya.

“Ke depan, wisatawan akan cenderung memilih untuk berlibur ke tempat yang berkualitas. Memiliki keunikan tersendiri, aman dari Covid-19, dan berkomitmen dalam menerapkan protokol CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability). Saya melihat kita sudah punya kekuatan besar untuk menyediakan pengalaman otentik kepada wisatawan, yaitu lewat desa wisata,” jelasnya.

Model pariwisata berkualitas bersandar pada CHSE akan lebih mengemuka p    
Pada akhir 2018, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ada 1.734 desa wisata dari total 83.931 desa yang tersebar di Indonesia. Di level internasional, beberapa desa wisata Indonesia sudah mendapat pengakuan dunia. Pada 2019, ada empat desa wisata yang masuk Top 100 Destinasi Berkelanjutan di Dunia versi Global Green Destinations Days (GGDD), yaitu Desa Nglanggeran di Kabupaten Gunungkidul (DIY), Desa Pentingsari di Kabupaten Sleman (DIY), Desa Pemuteran di Kabupaten Buleleng (Bali), dhan Desa Adat Penglipuran di Kabupaten Bangli (Bali).

Kemenparekraf telah mencanangkan target 205 Desa Wisata Mandiri pada 2024. Program ini tentu membutuhkan kerja sama yg intensif antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, perguruan tinggi, industri, dan masyarakat desa. Oleh karenanya, momentum acara Apresiasi 20 Perguruan Tinggi yang melatih dan mendampingi desa wisata, sangat didukung sekali oleh Kemenparekraf.

Tercatat pada peringkat satu ada Sekolah Tinggi Pariwisata Riau yang melakukan pelatihan dan pendampingan di Koto Masjid. Kemudian Akademi Pariwisata Mandala Bhakti di Desa Wisata Lembah Dongde-Desa Gentungan Karang Anyar, Jawa Tengah, serta Universitas Negeri Jakarta di Desa Cisaat Subang, Jawa Barat, Poltekpar Bali di Desa Cau Belayu, Tabanan, dan masih banyak lagi lainnya (pn/ma).

Foto: Istimewa

 

Intip Potensi Kuliner Lokal Labuan Bajo

Intip Potensi Kuliner Lokal Labuan Bajo

Kuliner lokal bila ditampilkan secara higienis dimasa pandemi pasti menarik wisatawan

Labuan Bajo 
(Wisata Indonesia) – Kalau jalan-jalan ke Labuan Bajo, di Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), jangan lupa menikmati kuliner lokalnya. Sebut saja Sekang Pojok, Salad Monika, Coto Makassar/Gorengan Mama Henny, Thirteen Chicks, Sinaluna Coffee, Kebab Balala, Sate Suramadu, Putri Cendol, Kopi Mane, Indo Latifa, dan Warung Sernaru, adalah sederet kuliner yang bisa dijajal.

Itu sebabnya, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) bikin acara "Launching Bedah Gerai Kuliner dan Inkubasi Kuliner" di Labuan Square, Labuan Bajo, NTT (3/12).

Staf Ahli Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Bidang Inovasi dan Kreativitas Kemenparekraf/Baparekraf, Josua Puji Mulia Simanjuntak mengatakan, Labuan Bajo sebagai destinasi wisata super prioritas, perlu memiliki wisata kuliner khas lokal yang didukung pelaku kuliner masyarakat setempat dengan gerai unik yang merepresentasikan tradisi dan budaya lokal.

“Maka kami menginisiasi Bedah Gerai Kuliner. Apalagi kuliner banyak melibatkan sektor-sektor kreatif lain. Misalnya restoran itu dibangun arsitek dan interiornya perlu desain yang nyaman bagi tamu serta desain visual yang menarik di daftar menunya,” ujar Josua.

Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf, Muhammad Neil El Himam menambahkan, pelaku ekraf masih menemui kendala di lapangan dalam menjalankan usahanya. Untuk itu pemerintah turut memfasilitasi dengan kebijakan atau program yang dapat membantu para pelaku ekonomi kreatif agar dapat terus berkembang.

Bedah Gerai Kuliner dilaksanakan untuk mengubah gerai-gerai yang ikut serta dalam program ini agar dapat menampung dan melayani wisatawan yang datang dengan tampilan lebih baik. “Pascapandemi Covid-19 pariwisata diharapkan kembali menggeliat dan banyak wisatawan mancanegara yang berkunjung maka kita harus mulai mempersiapkan diri untuk menjadi destinasi yang premium,” tambahnya.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Barat, Augustinus Rinus menekankan, masyarakat Manggarai Barat, terutama Labuan Bajo, harus ikut serta berperan aktif dalam menggali potensi parekraf untuk menggerakkan roda perekonomian. “Mari kita bergerak, kita harus bisa. Jangan sampai kita menjadi penonton di negeri kita sendiri,” ajaknya (ag/ma).

Foto: Istimewa

Bali Siap Terima Wistawan Mancanegara Dengan CHSE

Bali Siap Terima Wistawan Mancanegara Dengan CHSE

Penerapan CHSE Bali terus diperluas dan disebarluaskan ke Mancanegara


Bali (Wisata Indonesia) – Dengan adanya dukungan dari Kemenlu dan UNWTO ini diharapkan pariwisata khususnya di Bali bisa segera bangkit dan border perjalanan wisatawan mancanegara dibuka kembali,” ucap Ni Wayan Giri Adnyani, Sekretaris Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Sekretaris Utama Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Ni Wayan Giri Adnyani, saat Press Briefing Update on Bali Tourism, di Sofitel Nusa Dua, Bali (10/12).

Pengaktifan kembali atau re-aktivasi pariwisata Bali untuk wisatawan mancanegara (wisman) dinilai memerlukan sinergi berbagai pihak termasuk koordinasi pemerintah pusat dan pemerintah daerah serta kesiapan penerapan protokol kesehatan yang memenuhi standar di setiap destinasi.

Untuk kepentingan itu Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan Organisasi Pariwisata PBB (UNWTO) membahas upaya pembukaan kembali perjalanan wisata internasional ke Bali.

Turut hadir dalam Press Briefing Update on Bali Tourism Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kemenlu Febrian Alphyanto Ruddyard, Sekretaris Jendral Kemenlu Cecep Herawan, dan Director for Asia and the Pacific UNWTO Harry Hwang.

Sekretaris Kementerian Parekraf Ni Wayan Giri Adnyani

 Sambut persiapan kunjungan wisatawan mancanegara/wisman, Kemenparekraf telah ada panduan protokol kesehatan berbasis CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability) untuk industri pariwisata dan ekonomi kreatif, seperti hotel, restoran, pelaksanaan kegiatan event, MICE, dan industri kreatif lainnya.

“Panduan ini mengacu pada protokol kesehatan yang diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dan kementerian/lembaga lain, serta mengadopsi peraturan protokol kesehatan yang dikeluarkan oleh organisasi dunia seperti, WHO dan UNWTO. Hal ini perlu dilakukan sebagai tahap persiapan dalam menyambut wisatawan mancanegara,” jelas Giri.

“Untuk Bali, ditargetkan sebanyak 1.000 pelaku usaha yang mendaftar. Sampai saat ini telah ada 666 pelaku usaha yang sudah selesai disertifikasi secara gratis, terdiri dari 313 hotel dan 353 non-hotel,” sambung Giri.

Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kemenlu, Febrian Alphyanto Ruddyard, mengatakan dukungan dan kerja sama multilateral memainkan peranan penting, khususnya dalam pembangunan semua sektor termasuk pariwisata global di masa pandemi ini.

Febrian menambahkan, Press Briefing Update on Bali Tourism juga merupakan upaya Kemenlu dalam memberikan dorongan dan menumbuhkan dukungan publik, baik domestik maupun internasional bagi proses revitalisasi pariwisata Bali.

Sedangkan Director for Asia and the Pacific UNWTO, Harry Hwang menyampaikan penghargaannya atas upaya-upaya pemerintah Indonesia dalam menyiapkan destinasi pariwisata di masa pandemi ini dan penerapan protokol kesehatan CHSE merupakan terobosan yang sangat tepat.  Harry juga berharap dukungan yang diberikan, serta kerja sama yang terjalin antara Indonesia dengan UNWTO untuk membuka kembali perjalanan wisata bagi mancanegara bisa menjadi contoh yang baik bagi negara-negara tetangga dalam mengembangkan dan memulihkan sektor pariwisata di masa pandemi (vh/dh).

Foto: Istimewa

Program “ULIK 2020”, Ingatkan Wisatawan Disiplin Terapkan Prokes

Program “ULIK 2020”, Ingatkan Wisatawan Disiplin Terapkan Prokes

Meski kita harus bepergian dimasa pandemi, tetap disiplin dengan protokol kesehatan
Jakarta (Wisata Indonesia) – "Travelling di masa pandemi ini cukup memberikan banyak pengalaman baru yang belum pernah kita lakukan sebelumnya. Karena, sebagai wisatawan, saat ini sangat mengedepankan destinasi wisata yang telah menerapkan protokol kesehatan (Prokes) dengan baik,” kata Nia Niscaya, Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Kemenparekraf/Baparekraf buat acara “ULIK 2020” (Ulas Balik) bersama key opinion leader secara daring ( LIVE), melalui akun resmi Instagram Kemenparekraf dan @pesonaid_travel, pada 13 Desember 2020, bertujuan mengulas kembali pengalaman key opinion leader dalam melakukan perjalanan wisata di masa pandemi.

Selain itu, kegiatan Ulas Balik ini juga dimaksud untuk mengingatkan serta memberikan edukasi kepada seluruh stakeholder dan wisatawan untuk tetap menerapkan Prokes, kebersihan, kesehatan, keamanan dan lingkungan lestari (CHSE) sesuai dengan kampanye InDOnesia CARE yang digaungkan oleh Kemenparekraf.

Key opinion leader, Febrian, menceritakan saat pertama kali ketika melakukan travelling ke Bali di masa pandemi, menjadi pengalaman baru bagi dirinya. Ia mengungkapkan sebelum dan setelah pergi wisatawan wajib melakukan tes PCR atau swab dan rapid, demi memastikan kesehatan diri sendiri dan keselamatan orang lain, khususnya yang tinggal bersama dengan anggota keluarga lain di rumah. Kemudian, wisatawan juga perlu mengisi form di aplikasi eHAC Indonesia.

Ia juga menjelaskan, penerapan Prokes yang berlaku di bandara, pesawat, restoran, hotel, maupun destinasi pariwisata di Bali ternyata sudah sangat baik dan sesuai dengan standar adaptasi kebiasaan baru, seperti mencuci tangan atau tersedianya hand sanitizer, cek suhu tubuh sebelum masuk destinasi, antre berjarak sesuai dengan signage yang telah dibuat, serta wisatawan wajib memakai masker.

Ia juga memberikan rekomendasi tempat wisata yang telah menerapkan protokol kesehatan dengan baik, seperti tempat wisata yang bertema advanture yaitu Bali, Labuan Bajo, Gunung Bromo, Banyuwangi, dan Lombok. Sedangkan, untuk destinasi yang cocok dikunjungi bersama dengan keluarga antara lain Bintan, Danau Toba, dan Joglosemar (Yogyakarta, Solo dan Semarang).

“Kita juga perlu menghindari kerumunan, agar tidak terjadi kluster baru penyebaran COVID-19. Jangan sampai tempat dan fasilitasnya sudah baik menerapkan protokol, tapi kita sebagai wisatawan malah tidak disiplin menerapkan protokol kesehatan. Jadi, memang harus bersinergi satu sama lain,” ungkap Febrian (vh/lw).

Foto: Istimewa