Rabu, 20 Oktober 2021

8 Fakta Eksotisme Kelimutu



Jakarta (Wisata Indonesia) – Sejatinya, masyarakat Lio umumnya percaya bahwa Kelimutu merupakan tempat peristirahatan terakhir para arwah, ruang di mana semua jiwa kembali setelah perjalanan hidup berakhir. Danau yang terletak di Kabupaten Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT),

Sesuai dengan warnanya, Danau Pertama yaitu bernama Tiwi Ata Mbupu, Danau Kedua Tiwu Nuwa Muri Koo Fai, dan yang Ketiga Tiwu Ata Polo.

- Warna Putih “Tiwu Ata Mbupu”, adalah tempat berkumpulnya arwah para leluhur yang meninggal ketika tua. Tiwu Ata Mbupu memiliki luas sekitar 4,5 hektar, dengan kedalaman mencapai 67 meter (kedua terdalam)

- Warna Biru “Tiwu Nuwa Muri Koo Fai”, adalah tempat berkumpul arwah dari orang-orang yang meninggal pada usia muda. Tiwu Nuwa Muri Koo Fai memiliki luas 5,5 hektar, dengan kedalaman mencapai 127 meter (terdalam dari kedua lainnya).

- Warna Merah atau “Tiwu Ata Polo”, adalah tempat berkumpul arwah dari orang-orang yang semasa hidupnya kerap berbuat jahat. Tiwu Ata Polo memiliki luas 4 hektar, dengan kedalaman mencapai 64 meter (paling dangkal dari keduanya).

Keajaiban tiga warna Danau Kelimutu di Desa Moni, Waturaka, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende menjadi perbincangan hangat dari wisatawan Mancanegara dan Nusantara saat berlibur ke Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur.

Berikut 8 Fakta betapa Eksotisnya Danau Kelimutu yang sangat mendunia, antara lain:
1. Memiliki Tiga Warna
2. Legenda Turun Temurun Warna Danau
3. Perubahan wlWarna Danau Sebanyak 44 kali (1915-2011)
4. Upacara Adat dan Pemberian Persembahan
5. Menjadi ikon Pecahan Uang 5 Ribuan
6. Berada pada ketinggian 1.638 mdpl
7. Menjadi Sumber Air Sungai Ria Mbuli
8. Hasil Dari Ledakan Gunung Kelimutu Purba (terakhir erupsi 1968)

Perubahan warna dari ketiga danau di Danau Kelimutu menurut para ilmuwan disebabkan karena terjadinya perubahan gas gunung api. Perubahan tersebut juga disebabkan oleh zat besi dalam fluida yang menghasilkan warna merah dan cokelat tua. 

Sedangkan untuk warna hijau, hal tersebut dikarenakan oleh lumut yang ada di dalam danau, serta erosi dinding danau yang bisa membuat warna danau menjadi lebih tua.

Jika ingin merasakan nuansa khas Ende, Silahkan berkunjung saat Upacara adat "Pati Ka Du'A Bapu Ata Mata" atau upacara Patika. Yaitu Upacara Adat Memberi Sesaji kepada Arwah Para Leluhur.

Foto: Istimewa