Jumat, 23 September 2022

" 3 Dermaga Danau Lut Tawar "

" 3 Dermaga Danau Lut Tawar "

Jakarta (Wisata Indonesia) –“Ingatanku selalu melayang-layang, Terbayang-bayang, Akan eloknya tanah dingin, Berlabuh rindu yang amat kuingin, Danau lut tawar, pusaka tanah gayo”.

Danau Laut Tawar terletak di Dataran Tinggi Gayo, Kabupaten Aceh Tengah, merupakan danau tektovulkanik yang terbentuk bersamaan dengan Sesar Semangko. Itulah sebabnya mengapa Danau Laut Tawar ini terbentang sangat luas, yakni 5.472 hektare dengan panjang 17 km dan lebar 3,219 km. Volume airnya kira-kira 2.537.483.884 m³ (2,5 triliun liter), dan berada di 1500 mdpl.

Danau Laut Tawar memiliki kedalaman bervariatif yang bisa mencapai hingga 50 meter lebih. Di tempat ini juga terdapat berbagai spesies flora dan fauna yang hidup didalam dan disekitar danau. Seperti beberapa jenis plankton, ikan, moluska, dan mamalia.

Sebagai salah satu wisata paling populer di dataran tinggi Gayo , Danau Lut Tawar mempunyai tiga dermaga, antara lain:
• Dermaga Toweren Village
• Mendale Village, dan 
• Loyang Koro Cave

Dan jika kamu berniat, untuk mengelilingi Danau Lut Tawar, Perjalanan yang akan kamu tempuh sekitar 32 km, dengan durasi perjalanan sekitar 8 - 9 jam. Namun sepanjang perjalanan kamu akan disuguhi pemandangan yang sangat indah.(FM)

Foto: Istimewa




Sabtu, 10 September 2022

Cartenz, The Summit Queen Of World

Cartenz, The Summit Queen Of World


Jakarta (Wisata Indonesia) – For those of you who are interested, to climb to the Cartenz Pyramid, there are several routes to get to the top of Cartenz, including:

• Via Freeport 

The fastest route, only takes approximately 2 hours, to get to the Lakes basecamp, only very dangerous, because it is easily affected by Acute Mountain Sickness (AMS), the impact of changing altitude too quickly.

• Via Sugapa

The most interesting path, it just takes days, to get to the Lakes Basecamp, only we will be treated to a landscape of Papua, like being in Jurassic Park.

• Via Ugimba

The path is challenging, because it passes through the swift Kemagu River and continues to the New Zealand Pass to get to the Lakes Basecamp, the journey takes about 10-12 hours.

• Via Soagama 


The relay line starts at Hitadipa District - Camp Zambusiga (2181mdpl) - Inda Tsiga Camp (3222mdpl) - Ebay Camp (3580mdpl) - Nasidome Camp (3726mdpl) - New Zealand Pass, finally Lake-Lakes Basecamp (4261mdpl).

• Via Ilaga

The path passes through the highest district in Indonesia, continues by taking a small plane, walking to Pinapa Village, through the forest towards Larson Lake (blue lake), and ends at the Lakes Basecamp.  The journey is approximately 6 days from Ilaga.

 • Helicopter is the easiest option, only the cost is classified as very expensive.  Then get off at Yellow Valley, which is the area after the Lakes Basecamp.




 








At Basecamp Lakes, usually climbers will acclimatize for several days.  After traveling for 8 hours to Yellow Valley.  After that we will pass a place called Terrace 1, 2, 3 then the big terrace, and climb the vertical cliff to Summit Ridge.
Vertical Cliff
Then the climb continues, passing through the ravine with the Tyrolean Traverse technique along 20 meters.  Then you are required to pass 2 more gaps, if you are lucky you arrive at the top of the Cartenz Pyramid.

Tyrolean Traverse Path
The Jayawijaya Mountains have a number of peaks with different heights, namely Puncak Jaya (4,884 masl), Mandala Peak (4,760 masl), Trikora Peak (4,730 masl), Indeberg Peak (4,673 masl), Yamin Peak (4,535 masl), and East Carstensz Peak.  (4,400 masl).(FM)

Photo: Special


Jumat, 09 September 2022

Maros-Pangkep, Geopark Terbaru Di Indonesia

Maros-Pangkep, Geopark Terbaru Di Indonesia

Jakarta (Wisata Indonesia) – Indonesia menjadi negara di Asia Tenggara dengan jumlah UNESCO Global Geopark terbanyak.
Dikarenakan, Kawasan geopark di Indonesia memiliki keunggulan terutama banyak memiliki keunikan geologis, biologis, dan budaya.

15 lokasi yang sudah disertifikasi sebagai Geopark Nasional yaitu:
• Geopark Silokek (Sumatera Barat)
• Geopark Ngarai Sianok-Maninjau (Sumatera Barat)  
• Geopark Sawahlunto (Sumatera Barat)
• Geopark Natuna (Kepulauan Riau)
• Geopark Pongkor (Jawa Barat)
• Geopark Karangsambung-Karangbolong (Jawa Tengah)
• Geopark Banyuwangi (Jawa Timur), dan 
• Geopark Meratus (Kalimantan Selatan)
• Geopark Gunung Kaldera Toba (Sumatera Utara)
• Geopark Gunung Merangin (Jambi)
• Geopark Gunung Belitung (Bangka Belitung)
• Geopark Gunung Bojonegoro (Jawa Timur)
• Geopark Gunung Tambora (Nusa Tenggara Barat) 
• Geopark Gunung Maros (Sulawesi Selatan), dan 
• Geopark Gunung Raja Ampat (Papua)

Total ada 6 Geopark Global yang secara resmi diakui UNESCO, yaitu:
• Ciletuh Pelabuhan Ratu Wilayah Jawa Barat  
• Gunung Sewu Wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur dan Yogyakarta  
• Gunung Batur Wilayah Bali 
• Gunung Rinjani Wilayah NTB 
• Kaldera Toba Wilayah Sumatra Utara
• Belitung Wilayah Bangka Belitung

Saat ini Indonesia mendapat tambahan baru, yaitu Geopark Maros - Pangkep, yang berada di Sulawesi Selatan. Dan ini beberapa keunggulan Geopark Maros Pangkep, sehingga bisa dikukuhkan sebagai Taman Alam Dunia menurut UNESCO

1. Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung
Taman Nasional ini terkenal hingga mancanegara karena menjadi Kerajaan Kupu-kupu dunia. Pada 2019, Taman Nasional Bantimurung menerima penghargaan sebagai ASEAN Heritage Park dalam acara Sixth ASEAN Heritage Park Conference

2. Taman Prasejarah Leang Leang
Dulunya, gua ini merupakan tempat tinggal manusia purba daerah ini pada 6000 hingga 50.000 tahun yang lalu. Di dalam gua ini terdapat lukisan pada dinding gua yang diperkirakan berusia 5000 tahun SM. 

3. Desa Wisata Rammang-Rammang 
Desa ini dipenuhi bentangan pegunungan kapur yang menjadi pegunungan kapur terluas kedua di dunia setelah China.(FM)

Foto: Istimewa





Kamis, 08 September 2022

Hanya 3 Di Dunia, Salah Satunya Di Lembata

Hanya 3 Di Dunia, Salah Satunya Di Lembata


Jakarta (Wisata Indonesia) – Gunung Ile Batutara merupakan salah satu dari tiga gunung di dunia dengan keunikan yang sama. Selain di Lembata, gunung unik berada di Sisilia dan Atlantik.

Keunikan Gunung Batutara adalah meletus setiap 20 menit, disertai lahar panas pijar membara dan membentuk bunga api yang indah disertai tsunami kecil tetapi tidak membahayakan dan dapat disaksikan dari jarak lebih kurang 20 meter.

Dari catatan sejarah, gunung kecil yang terletak 50 km di sebelah utara pulau Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki riwayat letusan pertama kali pada tahun 1847 dan 1952. Kemudian, letusan selanjutnya terjadi pada 1 Juli 2006 yang mengeluarkan abu vulkanik yang naik sampai 5.000 kaki. 

Untuk menikmati semburan lava ini maka disarankan untuk datang menjelang malam atau fajar menyingsing dan Anda pasti berdecak kagum menyaksikan dan menikmati pemandangan yang akan Anda lihat.(FM)

Foto: Istimewa






Jumat, 02 September 2022

KeSAKRALAN Pasang Ri KAJANG

KeSAKRALAN Pasang Ri KAJANG


Jakarta (Wisata Indonesia) – Warna hitam dianggap sakral oleh suku Kajang, juga sebagai tanda kesamaan derajat bagi manusia di hadapan Tuhan. 

Kesamaan tersebut diantaranya, seperti kesamaan dalam bentuk wujud lahir, menyikapi keadaan lingkungan, kelestarian hutan yang harus dijaga keaslian dan kelestariannya, karena hutan merupakan sumber kehidupan manusia.

TALASSA KAMASE-MASE adalah prinsip hidup sederhana yang dianut masyarakat di kawasan ADAT AMMATOA. 

Artinya, segala sesuatu yang mereka cari adalah untuk mencukupi KEBUTUHAN, bukan KEINGINAN !!!!(FM)

Foto: Istimewa



Minggu, 03 Juli 2022

Buton, the Land of a Thousand Fortresses

Buton, the Land of a Thousand Fortresses



Jakarta (Wisata Indonesia) – The fort is located on an island in eastern Indonesia, namely Buton Island, precisely in Baubau City, Southeast Sulawesi. That's why the city got the nickname "Land of a Thousand Fortresses". The location is in the Limbo Wolio Tourism Village, Murhum District, Baubau City, Southeast Sulawesi. As the largest fortress in the world.

The Buton Palace Fort is predicted to be built in the 16th century by the Sultan of Buton III named La Sangaji. Sultan who holds the title Sultan Kaimuddin reigned in the period 1591-1596.

If calculated, the area of ​​​​the fort reaches 23,375 hectares, and forms a circle with a circumference of 2,740 meters. The height of the fort ranges from 1-8 meters, while its thickness is about 0.5-2 meters, and has 12 entrance gates called Lawa, and 16 cannon emplacements (bastions) called Baluara.

In this fort complex there are also a number of sites of the Sultanate of Buton in the form of the Great Mosque of Keraton Buton, the tomb of the last King Sultan Murhum, a flagpole that is hundreds of years old, and Batu Wolio.

Buton Palace Fort has received an award from the Indonesian Record Museum (MURI) and the Guinness Book Record which was held in September 2006. (FM)

Photo: Special




Kamis, 30 Juni 2022

Pulau Dolphin Si Perawan Jakarta

Pulau Dolphin Si Perawan Jakarta



Jakarta (Wisata Indonesia) – Pulau Dolphin, Pantai Perawan di Pulau Tak Berpenghuni !!!!

Jika kamu berharap suatu ketenangan dari suatu tempat yang tidak jauh dari kota, Pulau Dolphin mungkin bisa menjawabnya. 

Pulau Dolphin, pantai perawan yang berada di kawasan Pulau Kelapa Kepulauan Seribu Utara. Pulau tidak berpenghuni, tanpa fasilitas juga tanpa dermaga labuh untuk kapal. Semua fasilitas disediakan langsung oleh alam, keindahan, alami, bersih, juga keanekaragaman pesona bawah lautnya.

Dibanding Pulau tak berpenghuni seperti Semak Daun, Pulau Dolphin bahkan lebih polos, tanpa dermaga bahkan tanpa penjaga pulau. Oleh karena itu kesadaran kita untuk menjaga alam haruslah lebih bertanggung jawab.

Pulau Dolphin dengan ketenangan yang ia tawarkan, mungkin dapat memberikan kesegaran bagi jiwamu tanpa harus pergi terlalu jauh dari Jakarta.(FM)

Foto: Istimewa



The Real Stonehenge Is In Indonesia

The Real Stonehenge Is In Indonesia

Jakarta (Wisata Indonesia) – This village is known for the presence of several megalithic sites, but the most striking is, the rock formation which at first glance is similar to Stonehenge, which is in England, this rock formation is known as "Watu Solor".

It is Batu Solor or Batu So'on which is located in Bondowoso Regency, East Java. Rows of large stones that are tens of meters high stand towering in Solor Village, Cermee District, Bondowoso Regency.

Batu Solor is a historic site from the megalithic era or 2,500 years BC. In addition to these large stones, in the village of Solor there are also many historical relics of the megalithic era in the form of dolmens, punden terraces, menhirs, and others.

Actually, you don't have to go all the way to England to see the line of large stones called Stonehenge because Indonesia also has the same thing. (FM)

Photo: Special