Senin, 21 Juni 2021

Sandiaga Kunjungi Desa Wisata Di Kota dan Kabupaten Bogor

Kota dan Kabupaten Bogor miliki banyak potensi wisata menarik
"Kami melihat desa-desa wisata ini juga menjadi program unggulan kita. Memang ada juga program besar seperti KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) tapi yang banyak menghidupi masyarakat sekitar adalah kegiatan-kegiatan yang ada di akar rumput," kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Menparekraf Sandiaga Uno, saat mengunjungi Amphitheater  Rancamaya. Bogor Selatan, Jawa Barat (10/3).

Desa wisata Rancamaya dikenal dengan perkebunan buah dan muatan keseniannya. Ini yang dikerjasamakan Kemenparekraf dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk mengembangkan desa wisata di Kecamatan Bogor Selatan, Jawa Barat.

"Jadi kita perlu mengangkat peluang ini ke platform digital juga. Jadi nanti dengan Pak Wali Kota juga kami akan berkolaborasi untuk melaksanakan program kami untuk mengembangkan desa wisata. Kita harap banyak yang onboarding secara teknologi," ucap Sandiaga.

Dalam kunjungan ini, Sandiaga didampingi Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto; dan pengelola Amphitheater Rancamaya, Al Hilal Hamdi. Menurut Bima, selain potensi di sektor pertanian dan  kesenian, Bogor Selatan memiliki keindahan alam yang patut dieksplorasi. Namun ironisnya, Bogor Selatan juga salah satu kecamatan di Kota Bogor dengan angka kemiskinan yang cukup tinggi.

"Oleh karena itu dalam beberapa tahun terakhir kita berupaya mengembangkan konsep desa wisata dan urban farming. Apa yang dilakukan Pak Hilal ini menggali potensi pertanian di sini dikawinkan dengan pendekatan kultural," jelas Bima  

Bima Arya mengungkapkan, pihaknya ingin mengembangkan potensi Bogor Selatan dengan konsep agro industri, desa wisata dengan mengembangkan potensi seni, budaya, dan tradisi. "Bahkan dulu, kabarnya di Bogor Selatan ini adalah pusat pemerintahan Kerajaan Pakuan Pajajaran di daerah Cipaku, jadi unsur budayanya sangat kental sekali," tambahnya.

Rombongan Menparekraf juga mengunjungi Desa Batu Layang, Puncak, Kabupaten Bogor. “Para pelaku UMKM di sini harus melek digital dan Kemenparekraf akan melakukan inisiasi agar lebih banyak UMKM di sini yang tergabung dalam ekosistem digital atau e-commerce," ajak Sandiaga.

Digitalisasi UMKM sektor parekraf di desa wisata juga akan dikembangkan

Desa Batu Layang memiliki koneksi internet yang cukup baik. Sehingga, perlu ada pengenalan dan pendampingan mengenai e-commerce bagi para pelaku ekonomi kreatif di desa yang baru saja memperoleh sertifikat "Desa Wisata Berkelanjutan" dari Kemenparekraf/Baparekraf pada 1 Maret 2021.

"Kita akan all out, mendampingi. Karena saya meyakini selain pelatihan, harus didampingi, di-onboarding. Setelah itu, kita harus pastikan mereka memiliki akses terhadap pasar, akses permodalan, dan juga akses untuk scale up," terang Sandiaga.

Untuk itu, Sandiaga mengatakan saat ini pihaknya tengah mencoba bersinergi dengan program pemulihan ekonomi yang telah diluncurkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat, yaitu Borongdong.id. "Ini akan kita sinergikan dengan pendampingan marketplace dan UMKM. Jadi nanti kita akan undang marketplace-marketplace besar termasuk yang sudah dibina oleh teman-teman Pemerintah Provinsi Jawa Barat," katanya (ma/vh).